JURNAL OSMOSIS TUMBUHAN PDF

JURNAL OSMOSIS TUMBUHAN PDF

Tumbuhan air dalam tanah, penyerapan air oleh akar, transpor B. Osmosis: water diffusion through selective permeable membrane. C. Bulk (or Mass) Flow. 1 OSMOREGULASI Sonia Nursyahbani Abstract Osmosis is the diffusion Pakan yang mengandung bahan ekstrak tumbuh-tumbuhan mengandung .. diakses pada tanggal ?file=jurnal+difusi+dan+osmosis+pdf. jurnal difusi osmosis issn. jurnal difusi dan osmosis pada tumbuhan pdf.

Author: Tera Fausida
Country: Turkey
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 12 February 2010
Pages: 115
PDF File Size: 15.62 Mb
ePub File Size: 5.42 Mb
ISBN: 440-6-16386-493-6
Downloads: 5682
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Nihn

Skip to main content. Log In Sign Up.

PENGOLAHAN AIR PAYAU MENJADI AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN REVERSE OSMOSIS

If the membrane is permeable to be passed smoothly fluid and solute particles, either molecules or ions from solution between the two opposing membranes will move, move or flow.

In elasmobranchi fish, osmotiknya pressure greater than its surroundings. Group of fish tend to receive water through diffusion, especially through the gills because of the nature hipersomatik body fluids to the environment. Observations were done on tilapia with pH and salinity tolerance of different and of bile. In fish, the mouth openings were observed and weighed W0 and Wt in the bile of fish and observed changes.

This shows the process of osmoregulation by the addition of heavy and yellow discharge bile. Osmosis, osmoregulation, Salinity, ph Abstrak Osmosis adalah difusi atau aliran-aliran substansi-substansi melalui suatu membran. Jika membran cukup permeable dapat dilalui dengan lancar cairan dan partikel terlarut, baik molekul maupun ion dari dua larutan diantara membran yang berseberangan akan berpindah, bergerak atau mengalir.

Pada ikan elasmobranchi, tekanan osmotiknya lebih besar daripada lingkungannya. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Pengamatan dilakukan terhadap ikan Nila dengan toleransi pH dan salinitas yang berbeda dan terhadap empedu.

Pada ikan, diamati bukaan mulut dan ditimbang W 0 dan Wt ikan dan pada empedu diamati perubahan yang terjadi. Hal ini menunjukkan terjadinya proses osmoregulasi dengan penambahan berat dan keluarnya cairan kuning empedu. Para ahli kimia menyatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeable diferensial.

Seperti dikatakan di atas, pelarut universal adalah air melalui selaput yang permeable secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Pertukaran air diantara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan penamaan khusus yaitu osmosis Kimball, Osmosis adalah difusi atau aliran-aliran substansi-substansi melalui suatu membran.

Jika membran cukup permeable dapat dilalui dengan lancar cairan dan partikel terlarut, baik molekul maupun ion dari dua larutan diantara membran yang berseberangan akan berpindah, bergerak atau mengalir, berdifusi Kordi, Osmosis adalah peristiwa perpindahan masa dari lokasi dengan potensi solvent tinggi, menuju lokasi berpotensi solvent rendah melalui membran semi permeable, umumnya yang disebut solvent disini adalah air dapat dikatakan bahwa peristiwa osmosis adalah transfer solvent dan bukan salut sedangkan transfer salut dikenal sebagai dialysis arah aliran dari titik berpotensi solut tinggi menuju ke rendah Wibisono, Menurut Svendsen dan Anthonyosmosis ialah perpindahan molekul pelarut melewati membran menuju ke daerah yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi untuk membran yang tidak dapat ditembus.

Perpindahan ini dapat dihalangi dengan pemindahan tekanan yang lebih pada zat pelarut. Hal ini penting dilakukan terutama oleh organisme perairan karena: Harus terjadi keseimbangan antara substansi, tubuh dan lingkungan. Membran sel yang permeable merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat.

PENGOLAHAN AIR PAYAU MENJADI AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN REVERSE OSMOSIS

Adanya perbedaan tekanan osmosis antara cairan tubuh dan lingkungan. Osmotik terjadi karena mekanisme ini memungkinkan bagi air tambahan untuk diabsorbsi kembali secara pasif, dan bagi urine, hiperosmotik untuk diproduksi air hanya mengikuti gradien osmosis.

  ANALISI MATEMATICA 1 CANUTO TABACCO PDF

Filtrat Glomerulus mengalir didalam loop henle kehilangan air. Osmoregulasi pada ikan berkerangka tulang, cairan tubuh ikan mempunyai kandungan garam kira-kira satu persen. Ikan bersifat hipo-osmotik terhadap air laut dan hiperosmotik terhadap air tawar Ville, et. Difusi dapat terjadi karena gerakan acak continue yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat.

Tiap molekul bergerak secara lurus sampai ia bertabrakan dengan molekul lainnya Kimball, Ini adalah perembesan zat dan ruang berkonsentrasi lebih tinggi ke ruang yang berkonsentrasi lebih rendah. Disebut aktif karena sel- sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang positif. Menurut Marslandmekanisme transport air.

Banyak sel alami yang mengarahkan dari lingkungan air tawar dimana berakhirnya tahapan gradient konsentrasi air menuju protoplasma dengan menggunakan energi. Menurut GieseKetika substansi berpindah melalui membran sel dimulai dari gradien konsentrasi, hingga yang lain keluar atau masuk dari sel, salah satunya tidak seperti pergerakan difusi sederhana. Menurut Yunusorgan osmoregulasi yaitu: Insang Pada Insang, sel-sel yang berperan dalam osoregulasi adalah sel-sel chloride yang terletak pada dasar lembaran-lembaran insang.

Perubahan ion tumbuhah sel-sel Chlorida osearodrom berbeda dengan patdrom. Pada diadrom selama migrasi antara air tawar dan air laut membran dan mitokondria sel mengalami perubahan besar sehingga dapat bersifat seperti oseadrom bila berada thmbuhan air laut dan potadrom bila di air tawar.

Ginjal Ginjal melakukan dua fungsi juenal Usus Setelah air masuk divalent tetap di dalam usus sebagai cairan rectal agar osmolaritas usus sama dengan darah. Hormon osmoregulasi Organ yang terlibat dalam osmoregulasi diatur oleh hormon, kelenjar yang bertanggung jawab terhdap proses osmoregulasi antar lain pituitary, ginjal dan urophisis.

Perbedaan tersebut dapat dijadikan sebagai strategi dalam menangani komposisi cairan ekstraseluler dalam tubuh ikan. Untuk ikan potadorm yang bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya dalam proses osmoregulasi, air bergerak kedalan tubuh dan ion-ion keluar lingkungan dengan cara difusi. Keseimbangan cairan tubuhnya dapat terjadi dengan os,osis meminum sedikit air atau bahkan tidak minum sama sekali. Kelebihan air dalam tubuhnya dapat dikurangi dengan membuangnya dalam bentuk urine.

Untuk ikan-ikan oseandrom yang bersifat hipoosmotik terhadap lingkungannya, air mengalir dari kulit ke lingkungan, sedangkan ion-ion masuk ke dalam tubuh secara difusi.

Hewan vertebrata air yang hidup jkrnal memiliki permasalahan tekanan osmotic yang berbeda dari mereka yang hidup di air tawar. Ikan air laut mengalami permasalah kehilangan air karena tubuhnya hipotonik terhadap mediumnya, sedangkan ikan air tawar mengalami permasalah kemasukan air dari lingkungannya karena cairan tubuhnya hipertonik terhadap mediumnya.

Jurnal Kultur Jaringan Tumbuhan Pdf

Pada ikan laut, air keluar melalui insang dan bersama urine, dan untuk kompensasinya ikan laut meminum air dari lingkungannya. Karena ikan laut kehilangan airnya, maka kompensasinya ikan laut meminum banyak air secara terus menerus akibatnya garam dan mineral masuk ke dalam tubuh secara terus menerus. Pada ikan air tawar, yaitu ikan mujaher Oreochromis mascambicus transport ion dilakukan oleh sel-sel klorida pada membran operkular Fosket dan Scheffeg, dikutip oleh Nielsen dalam Yuwomo dan Purnama, Pengetahuan kita tentang strategi osmoregulatory ikan elasmobranch.

Dari studi yang pada saat itu dia juga mendalikan bahwa banyak elasmobranches hunian laut tidak mampu adaptasi untuk mencairkan lingkungan. Bertahap alkimasi dari elasmobranch hunian laut untuk berbagai salinitas lingkungan dalam kondisi laboratorium telah menunjukkab bahwa ikan ini memiliki kapasitas untuk menyesuaikan diri kepada suatu iklim dengan perubahan salinitas melalui regulasi independernag Hazon, et.

Elasmobranchs adalah urea-osmoconformers dan mempertahankan tekanan osmotic sedikit diatas air laut. Sebagian besar ini berasal dari kekuatan tinggi konsentrasi osmolyte organik daripada tingkat ion tinggi, seperti yang terlihat dalam osmoconformers benar seperti invertebrate laut dan hogfish tersebut. Konsentrasi ion internal hiu dan pari adalah sebanding dengan teleosts. Sementara elasmobranch osmolaritas internal menghalangi kebutuhan untuk melawan arus air laut, garam masih menyebar ke dalam tubuh dan dikeluarkan dalam urin, melalui kelenjar dubur, dan diepitel insang Haywood, dalam Sanscrainte, Untuk mempertahankan homeostatis dari osmolaktas plasma dan komponen ion, laut atau air tawar fw telast mengeluarkan kelebihan garam dari darah untuk hyperosmotic atau aktif menyerap garam dari eksternal hyperosmotic lingkungan, masing-masing melalui epitel insang sistem transportasi.

  AQUALIS CALEO PDF

Sistem yang digunakan oleh teleost untuk beradaptasi dengan air laut sw atau fw berbeda tidak hanya dalam arah ion dan air gerakan tetapi juga dalam komponen molekul jasa pengangkutan Marshall dan Grosell, dalam Tang, et.

Selain itu, insang menjadi lokasi pembuangan sampah berlimpah nitrogen Wilmer, et. Perairan asam kurang produktif malahan dapat membunuh hewan budidaya. Pada pH rendah luasanan yang tinggi kandungan oksigen terlarut berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktivitas pernafasan naik, selera makan akan berkurang. Hal yang sebaliknya terjadi pada suasana basa.

Sebagian besar biota aquatic sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH seluta 7 — 8,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimia perairan misalnya, proses nitrifikasi akan berakhir jika pH jurrnal Novotny and Olem, dalam Kordi, Salinitas akan berpengaruh terhadap tekanan osmatik air.

Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan asmatiknya. Biota yang hidup di air harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotic dari lingkungannya.

Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut Kordi dan Andi, Ikan nila Oreochromis niloticus: Ikan zebra Dascyllus aruanus: Ikan lele Clarias sp: Pengamatan Empedu Kel Wo gr Wt gr Keterangan – warna air di sekitar empedu menjadi menguning terjadi proses difusi, yaitu cairan empedu keluar. Empedu kekuningan, air jernih.

Empedu pucat, bertambah besar, air kekuningan. Empedu semakin pucat, bertambah besar. Ikan nila berdiam didasarm warna kulit memudar, 14, 53 15, 17 bukan mulut normal.

Alat-alat yang dibutuhkan adalah topples yang digunakan sebagai tempat pengamatan media. Tujuan digunakan topples ini adalah agar lebih simple, efisien, serta memiliki kaca cembung yang mempermudah pengamatan.

Nampan untuk meletakkan iklan saat penimbangan, seser untuk mengambil ikan, timbangan OZ untuk mengatur berat ikan nila Oreochronis niloticuslap basah untuk membekap ikan nila agar tetap dapat hidup, Hand tally counter untuk menghitung kuantitas dari aktivitas ikan nilaserta menghitung waktu yang dibutuhkan saat toleransi pH. Sedangkan, alat-alat lainnya yang digunakan adalah ikan nila, sebagai objek pengamatan toleransi pH, air dengan pH g untuk media pengamatan aktivitas ikan nila, CaCo3 untuk pengkondisian basa, serta cuka untuk pengkondisian asam.

Tujuan digunakannya ikan nila adalah karena ikan nila merupakan eoruhaline, yang mempunyai kisaran toleransi pH yang tinggi. Ukuran ikan nila yang digunakan adalah cm. Setelah itu kita mempersiapkan ikan yang akan digunakan. Pertama-tama ikan nila diambil dengan seser. Lalu disiapkan timbangan OZ. Setelah itu, ikan diletakkan diatas nampan dan dilihat berat ikannya.

Lalu dihitung bukaan mulut ikan tiap menit dengan menggunakan hand tally counter sebanyak sepuluh kali percobaan. Setelah selesai 10 kali percobaan, ikan kembali ditimbang dengan menggunakan timbangan OZ untuk mengetahui berat akhirnya wt.

Untuk menentukan berat dalam gram, harus dikalikan dengan 28,35 untuk berat akhirnya. Tujuan dari pH yang berbeda adalah untuk mengetahui sejauh mana ikan tersebut dapat bertahan hidup dan dapat diketahui perbandingannya, yaitu pada asam, basa, dan netral.

Pengamatan dilakukan sebanyak 1 kali. Karena diasumsikan ikan telah melakukan proses osmoregulasi pada lingkungan yang baru. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah empedu sapi sebagai objek pengamatan, air dengan konsentrasi tertentu dan NaCl sebagai garam yang dilarutkan.