JURNAL ULKUS KORNEA PDF

JURNAL ULKUS KORNEA PDF

Ulkus kornea yang luas memerlukan penanganan yang tepat dan cepat untuk mencegah perluasan ulkus dan timbulnya komplikasi seperti descementocele. 1. Berdasarkan lokasi. (a) ulkus kornea sentral. (b) ulkus kornea perifer. 2. Berdasarkan purulen. (a) ulkus kornea purulenta / suppurative. (b) ulkus kornea non. Jurnal Oftalmologi Indonesia. ISSN Vol. 6 / No. 2 / Published: Related with: Scholar Yahoo! Bing. Original Article: Krioterapi pada.

Author: Gardalkree Kigasho
Country: South Africa
Language: English (Spanish)
Genre: Automotive
Published (Last): 27 May 2004
Pages: 301
PDF File Size: 18.71 Mb
ePub File Size: 1.40 Mb
ISBN: 929-8-92631-887-2
Downloads: 48663
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tataur

Published on Jul View Download 4. Jakarta PusatDatang ke poli mata: Mata kiri merah sejak 5 hari SMRS: Perasaan seperti mengganjal di mata, perih, sakit, silau, penglihatan kaburyRiwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke poli mata dg keluhan mata kiri merah sejak 5 hari SMRS.

Awalnya mata hanya berwarna merah 5 hari yang lalu, kemudian makin bertambah perih dan berair, terutama bila kontak dengan angin, air atau cahaya dan kadang ada kotoran mata.

Bila terkena cahaya mata juga terasa silau.

Kelopak mata kiri juga semakin membengkak. Pasien tidak merasa keluhan mata merahnya timbul setelah kemasukan pasir, atau kecolok, atau kontak dengan suatu zat tertentu.

Pada mata kiri terdapat bercak putih pada bola mata hitamnya, sejak 10thn yll dan mata juga sudah terasa kabur sejak saat itu, namun makin memburuk 4 hr terakhir. Pasien merasa pusing sejak timbul gejala, dan juga mengeluh pilek. Sebelum timbul gejala pasien juga tidak merasa tidak enak badan, nyeri-nyeri badan atau sedang sakit. Tidak ada orang yang sakit mata disekitar pasien. Kelopak mata kiri jg membengkak.

Terdapat bercak putih pada bola mata hitam kiri sejak 10thn yll, dan penglihatan sudah kabur sejak saat itu, namun sejak 4hr yll makin memburuk. Riwayat trauma -riwayat penyakit sistemik -riwayat alergi – Pada pemeriksaan fisik, pasien komposmentis, tampak sakit ringan, status generalis dalam batas normal, Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan: Ulkus kornea dgn Katarak maturVI. Pemeriksaan sekret dengan pewarnaan Giemsa, Gram b. Pada anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan: Pada pemeriksaan oftalmologis, pada mata kiri ditemukan adanya injeksi siliar serta ulkus ukuran diameter 2 x 3 mm, juga lensa keruh padat dengan shadow test – Penatalaksanaan pada pasien: Karena kemungkinan terjadinya ulkus yang disebabkan bakteri yang menyebabkan kerusakan yang hebat dan cepat pada mata dapat saja terjadi.

Penatalaksanaan terhadap kekeruhan lensa katarak dapat ditunda hingga keadaan kornea membaik. Prognosis Prognosis penderita ini, quo ad vitam bonam, karena tanda-tanda vitalnya masih dalam batas normal, sedangkan quo ad functionam dubia ad malam karena walaupun iornea pengobatan yang tepat dan teratur ulkusnya dapat sembuh, namun meninggalkan bekas berupa sikatrik yang dapat menimbulkan gangguan tajam penglihatan dan juga katarak pasien perlu diterapi.

Definisi Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Ulkus bisa dalam keadaan steril tidak terinfeksi mikroorganisme ataupun terinfeksi. Ulkus terbentuk oleh karena adanya infiltrat yaitu proses respon imun yang menyeb abkan akumulasi sel-sel atau cairan di bagian kornea.

Leukoma yaitu bercak putih seperti porselen yang tampak dari jarak jauh, yang merupakan jaringan sikatrik setelah penyembuhan proses radang pada kornea yang lebih dalam.

Koloboma adalah kelainan kongenital jurnl defek genetik, di mana palpebra tidak terbentuk dengan sempurna. Patogenesis Kornea adalah jaringan yang avaskuler, hal ini menyebabkan pertahanan pada hurnal peradangan tak dapat segera datang seperti pada jaringan lain yang mengan dung banyak vaskularisasi.

lapkas ulkus kornea

Dengan adanya defek atau trauma pada kornea, maka badan kornea, wandering cells, dan sel-sel lain yang terdapat pada stroma kornea segera bekerja sebagai makrofag, kemudian disusul dengan dilatasi pembuluh darah yang terdapat di limbus dan tampak sebagai injeksi di perikornea. Proses selanjutnya adalah terjadi infiltrasi dari sel-sel mononuklear, sel plasma, leukosit polimorfonuklear, yang mengakibatkan timbulnya infiltrat yang tampak sebagai bercak berwarna kelabu, keruh dengan batas tak jelas dan permukaan tidak licin.

  ALYXANDRA HARVEY BLOOD PROPHECY PDF

Kemudian dapat terjadi kerusakan epitel, infiltrasi, peradangan dan terjadilah ulkus kornea. Ulkus kornea dapat menyebar ke permukaan atau masuk ke dalam stroma.

Kalau terjadi peradangan yang hebat, tetapi belum ada perforasi ulkus, maka toksin dari peradangan kornea dapat sampai ke iris dan badan siliar dengan melalui membrana Descemet, endotel kornea dan akhirnya ke chamber oculi anterior COA. Dengan demikian iris dan badan siliar meradang dan timbullah kekeruhan di cairan COA disusul dengan terbentuknya hipopion pus di dalam COA.

Fakultas Kedokteran

Hipopion ini steril, tidak mengandung kuman. Karena kornea pada ulkus menipis, tekanan intra okuler dapat menonjol ke luar dan disebut keratektasi. Bila peradangan terus mendalam, tetapi tidak mengenai membrana Descemet dapat timbul tonjolan pada membrana tersebut yang disebut Descemetocele atau mata lalat.

Pada peradangan yang dalam penyembuhan berakhir dengan terbentuknya sikatrik, yang dapat berbentuk nebula yaitu bercak seperti awan yang hanya dapat dilihat di kamar gelap dengan cahaya buatan, makula yaitu bercak putih yang tampak jelas di kamar terang, dan leukoma yaitu bercak putih seperti porselen yang tampak dari jarak jauh. Bila ulkus lebih dalam lagi bisa mengakibatkan terjadinya perforasi. Adanya perforasi membahayakan mata oleh karena timbul hubungan langsung dari bagian dalam mata dengan dunia luar sehingga kuman dapat masuk ke dalam mata dan menyebabkan timbulnya endoftalmitis, panoftalmi dan berakhir dengan ptisis bulbi.

Dengan terjadinya perforasi cairan COA dapat mengalir ke luar dan iris mengikuti gerakan ini ke depan sehingga iris melekat pada luka kornea yang perforasi dan disebut sinekhia anterior atau iris dapat menonjol ke luar melalui lubang perforasi tersebut dan disebut iris prolaps yang menyumbat fistel. Pada waktu adanya perforasi tekanan intraokuler menurun. Oleh karena timbul peradangan iris dan badan siliar maka cairan COA mengandung fibrin dan fibrin ini menutup fistel sehingga tekanan intraokuler meningkat lagi.

Dengan naiknya tekanan intraokuler, fibrin yang menutup fistel terlepas kembali dan fistelpun terbuka lagi. Jadi fistel hilang timbul berganti-ganti sampai terbentuk sikatrik di kornea. Karena itulah maka pada pemerikasaan adanya fistel pada ulkus kornea, setelah pemberian fluoresin bola mata harus ditekan sedikit untuk melepaskan fibrinya dari fistel sehingga cairan COA dapat mengalir keluar melalui fistel seperti air mancur pada tempat ulkus dengan fistel tersebut.

Bila pada tempat perforasi kornea dan iris prolaps kemudian terjadi jaringan parut, maka disebut leukoma adherens di mana pada tempat tersebut terjadi penyempitan sudut COA oleh adanya sinekia anterior, menyebabkan aliran balik cairan di sudut COA menjadi terganggu, yang dapat menyebabkan timbulnya peninggian tekanan intraokuler dan menjadi glaukoma sekunder. Berhubung jaringan parut pada leukoma adherens tidak kuat, adanya glaukoma sekunder dapat menyebabkan menonjolnya leukoma tersebut yang disebut stafiloma kornea yang tampak seperti anggur.

Etiologi Faktor-faktor pencetus terjadinya ulkus kornea: Adanya kelainan pada bulu mata trikiasis dan adanya insufisiensi sistem lakrimal, sumbatan saluran lakrimal.

Faktor eksternal; luka pada kornea erosio kornea karena trauma, penggunaan lensa kontak, luka bakar pada daerah muka. Kelainan-kelainan kornea yang di sebabkan oleh: Obat-obatan yang menurunkan mekanisme imun misalnya kortikosteroid IDU Idoryuridineanastetik lokal dan golongan imunosupresif lainnya. Etiologi atau penyebab ulkus kornea adalah; 1. Gejala Klinik Ulkus kornea biasanya terjadi sesudah terdapatnya trauma ringan yang merusak epitel kornea.

  MACROECONOMICS VANITA AGARWAL PDF

Gejala-gejala yang ditimbulkan olehnya bervariasi tergantung dari jenis ulkus apakah steril atau infektif, keadaan fisik pasien, besarnya ulkus dan virulensi inokulum. Ulkus akan memberikan gejala mata merah, sakit mata ringan hingga ber fotofobia, at, penglihatan menurun dan kadang kotor.

Ulkus kornea akan memberikan kekeruhan berwarna putih pada kornea dengan defek epitel yang bila diberi pewarnaan fluoresein akan berwarna hijau di tengahnya.

Iris sukar dilihat karena keruhnya kornea akibat edema dan infiltrasi sel radang pada kornea. Gejala yang dapat menyertai adalah penipisan kornea, lipatan Descemet, reaksi jaringan uvea akibat gangguan vaskularisasi irirsberupa suar, hipopion, hifema dan sinekhia posterior. Biasanya kokus gram positif, stafilokokus aureus dan streptokokus pneumoni akan memberikan gambaran ulkus yang terbatas, berbentuk bulat jurnsl lonjong, berwarna putih abu-abu pada anak ulkus yang supuratif.

Daerah kornea yang tidak terkena tetap berwarna jernih dan tidak terlihat infiltrasi sel radang. Bila ulkus disebabkan oleh pseudomonas, maka ulkus akan terlihat melebar dengan cepat, bahan purulen berwarna kuning kehijauan terlihat melekat pada permukaan ulkus. Bila ulkus disebabkan oleh jamur, maka infiltrat akan ulkuw abu-abu di keliling infiltrat halus di sekitarnya fenomena satelit.

Ulkus yang berjalan cepat dapat membentuk Decemetocele atau terjadi perforasi kornea yang berakhir dengan suatu leukoma adherens. Bila proses ulkus berkurang maka akan terlihat berkurangnya rasa sakit, fotofobia, berkurangnya infiltrat pada tukak dan defek epitel kornea menjadi bertambah kecil. Penatalaksanaan Ulkus kornea sembuh dengan dua cara: Ulkus superfisial yang kecil akan sembuh dengan cara yang pertama, ulkus yang lebih besar dan dalam biasanya akan mengakibatkan munculnya pembuluh darah untuk mensuplai sel-sel radang.

Leukosit dan fibroblas menghasilkan jaringan granulasi dan sikatrik sebagai hasil penyembuhan. Pengobatan umumnya untuk ulkus kornea adalah dengan sikloplegik, antibiotika yang sesuai dengan topikal dan subkonjungtiva, dan pasien dirawat bila mengancam perforasi, pasien tidak dapat memberi obat sendiri, tidak terdpat reaksi obat, dan perlunya obat sistemik.

Pengobatan pada ulkus kornea bertujuan menghalangi hidupnya bakteridengan antibiotika, dan mengurangi reaksi radang dengan steroid.

Secara umu ulkus diobati m sebagai berikut: Tidak boleh dibebat, karena akan menaikkan suhu uljus akan berfungsi sebagai inkubator.

Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali sehari Diperhatikan kemungkinan terjadinya glaukoma sekunder. Debridemen sangat membantu penyembuhan. Diberi antibiotika yang sesuai dengan kausa. Biasanya diberi lokal kecuali bila keadaan berat.

lapkas ulkus kornea

Pengobatan dihentikan bila sudah terjadi epitelisasi dan mata terlihat terang, kecuali bila penyebabnya pseudomonas jurna, memerlukan pengobatan ditambah minggu. Pada ulkus kornea dilakukan pembedahan atau keratoplasti apabila dengan pengobatan tidak sembuh dan terjadi jaringan parut yang mengganggu penglihatan. Lapkas Mata Ulkus Kornea Documents. Fisik Pasien Ulkus Kornea Documents. Ulkus Kornea – Nisa Documents. Presus – Ulkus Kornea Documents.

Case Report Ulkus Kornea Documents. Komplikasi Dari Ulkus Kornea Documents. Bst Lisin – Ulkus Kornea Documents. Kasus Ulkus Kornea Baru Documents. Refarat Ulkus Kornea d Documents. Skenario Kasus Ulkus Kornea Documents.

Referat Ulkus Kornea Hanis Documents. Ulkus Kornea Cum Hipopion Documents.